Jumat, 07 Juni 2013

TULISAN 10

Saya sudah duduk di tingkat 3. Sudah saatnya saya memikirkan masa depan saya untuk kerja dimana dan sebagainya. Ada yang bilang kesuksesan itu kita yang mencari, bukan ia yang datang sendiri tanpa usaha dari kitanya. Saya ingin mencari kesuksesan itu dengan cara dan jalan yang saya suka. Misalnya saya ingin sekali mempunyai toko dan brand sepatu sendiri, seperti Jimmy Choe, Charles & Keith dan masih banyak lagi brand terkenal lainnya. Kegemaran saya akan sepatu membuat saya ingin mewujudkan itu semua. Memang tidak mudah mungkin meraih itu semua. Apalagi menjadi seperti brand-brand tersebut. Tetapi saya tidak mau menyerah saya akan berusaha seenggaknya ya punya toko sepatu sendiri lah hehe.

Selain ingin mempunyai brand sepatu sendiri saya juga ingin kerja di stasiun tv. Kenapa? Karena saya suka terharu melihat kru - kru di belakang layar yang berhasil mengerjakan suatu acara atau proyek. Ya saya senang nelihat orang - orang di belakang layar tersebut karena bagi saya orang - orang yang di depan layar tidak akan ada apa-apanya tanpa yang di belakang layar bukan. Entah jurusan SI yang saya ambil ini bisa atau tidak bekerja di stasiun tv. Kita lihat saja nanti hehe.

Terakhir, karena Penulisan Ilmiah saya menggunakan software Adobe Flash saya jadi tertarik dengan animasi. Mau jadi animator? Entahlah seorang animator tidah seharusnya mengambil jurusan SI bukan hehe. Saya sadar diri saya sangat tidak kreatif dan desain saya juga pas-pasan. Mungkin keinginan ini hanya sesaat, gara-gara PI memang nih haha.

Inti dari cerita ini adalah setelah lulus saya harus bekerja dan menjadi orang sukses. Saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya, kasian papa saya yang banting tulang cari uang untuk membayar kuliah saya. Nanti sebagian hasil kerja saya akan saya simpan dan saya kumpulkan untuk modal usaha membuat toko sepatu itu (tetep) hehe. Semoga keinginan saya ini bisa tercapai ya.. Amin :)

TULISAN 9

Sudah hampir 3 tahun saya lulus dari SMA. Sekolah saya tersebut sering sekali mengadakan Reuni Akbar untuk semua angkatan. Pada tanggal 15 September tahun lalu adalah Reuni Akbar pertama saya sejak saya lulus dari 2010 lalu.

Saya sangat antusias dalam menghadiri acara tersebut. Bayangkan saja seluruh alumni dari angkatan 1946 akan datang menghadiri acara itu. Saya sangat salut pada alumni yang sudah berumur datang kesana. Bahkan ada yang bela-bela datang menggunakan kursi roda. Semangatnya tidak kalah ya dengan yang masih muda.

Walaupun saya terhitung masih alumni baru, saya sangat rindu sekali dengan sekolah saya tersebut. Saya sudah lama tidak bertemu dengan teman - teman saya. Saya rindu dengan suasana boedoet yang sangat historical.


TULISAN 8

Pada kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya masuk SMA. Saya dulu bersekolah di SMA Negeri 1 Jakarta. Awalnya tidak pernah terpikirkan untuk sekolah di Jakarta, karena tempat tinggal saya di bekasi. Jarak yang lumayan jauh menjadi alasan utamanya.

Jadi dulu setelah lulus dari SMP saya mengikuti tes masuk SMA negeri di Bekasi. Dalam menjawab soal-soalnya pun saya juga tidak yakin akan diterima di sekolah tersebut. Sampai mama saya pun mengambil jalan lain untuk mendaftarkan saya ke sekolah di Jakarta. Beda dengan di Bekasi, seleksi di Jakarta hanya menggunakan nem tidak dengan seleksi tes.

Saat itu calon siswa dibolehkan memilih 5 sekolah. Jika nemnya memenuhi kategori di pilihan pertama itu berarti dia lulus di sekolah tersebut. Tapi jika tidak menuhi atau posisinya terus digeser oleh peserta lain maka dia akan tergeser ke posisi pilihan kedua, begitu seterusnya. Pada saat itu saya memilih SMAN 1 Jakarta sebagai pilihan pertamanya. Ternyata nem saya sudah memenuhi untuk masuk disana jadi sampai batas waktunya pun saya tetap berada di pilihan pertama.

Yang saya takuti dari sekolah di Jakarta adalah hal waktu. Saya takut tidak bisa tepat waktu karena jarak jauh dan macet. Tetapi alhamdulillah selama 3 tahun ini saya hanya telat sekali hehe, Itu pun bukan karena kesalahan saya, tetapi karena jalan yang sedang diperbaiki dan menyebabkan kemacetan.

SMAN 1 Jakarta atau yang lebih jauh terkenal dari dulu biasa dipanggil Boedoet. Yap... siapa yang tidak kenal dengan sekolah yang satu itu. Sekolah yang terkenal dengan prestasinya dan banyak orang - orang penting pada jaman dulu menyekolahkan anaknya disana. Tetapi Boedoet juga terkenal dengan tawurannya walaupun makin kesini tidak pernah lagi tawuran.

Alumni boedoet sendiri pun banyak yang menjadi orang - orang sukses. Seperti Chairul Tanjung, Adang Darajatun , Ayu Dyah Pasha dan masih banyak lainnya. Karena itu jangan heran kalau banyak acara - acara yang diselenggarakan boedoet yang masuk ke Trans TV karena si empunya Trans Corp ya Bang Chairul Tanjung tersebut hehe.

Intinya saya sangat terkesan dan sangat mencintai almamater SMA saya. Boedoet banyak membagi saya pengalaman. Pengalaman yang mungkin tidak akan saya temui di sekolah lainnya. Boedoet... I'm sure I can't forget you :)

Selasa, 04 Juni 2013

TULISAN 7



Baru – baru ini lagi suka banget sama warna peach. Peach termasuk dalam kategori warna pastel. Warnanya emang soft banget. Warnanya itu kayak diantara warna pink dan orange. Ga ngerti kenapa sih jadi suka banget sama warna yang satu ini. Mungkin karena tanpa sadar koleksi baju di lemari jadi banyak yang berbau peach. Bagi yang belum tau warna peach nih kayak gini nih kurang lebih warnanya hehe.



Ngomongin peach ga jauh – jauh dari ngomongin tren warna fashion 2013 ini loh. Karena warna peach ternyata termasuk warna yang lagi in di 2013, disamping warna hijau zamrud, monaco blue (bitu tua), abu – abu metalik dan grayish blue (biru keabu-abuan).

Buat sekedar berbagi informasi aja, ini ada beberapa tips – tips yang saya dapet (dari internet juga tentunya) tentang memadupadankan warna peach dalam berpakaian.

- Warna peach itu adalah warna yang lembut banget. Jadi, sebaiknya jika ingin menambahkan aksesoris pilih aksesoris yang memiliki warna - warna yang terang. Pilih saja aksesoris seperti cincin, gelang, kalung scarf dan masih banyak lagi. Warna terang akan menyeimbangkan warna peach yang soft tadi. 

  
- Tidak gampang memadupadankan warna peach di dalam berpakaian. Jika kita sudah memakai warna peach untuk atasan jangan memakai lagi warna peach untuk bawahan, begitu juga sebaliknya. Karena terlalu banyak warna peach juga tidak enak dilihat dan akan menimbulkan kesan pucat. Padupadankan saja dengan warna netral seperti hitam atau putih. Atau jika kalian berani bisa juga dipadupadankan dengan warna - warna terang seperti biru, mint green dll,



Sekian tipsnya semoga bermanfaat. Remember that fashion isn't about merk but it is about the things that you adore with :)

Senin, 06 Mei 2013

TULISAN 6 - BAHASA INDONESIA 2



Pada kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman bekerja pertama saya. Tahun lalu sekitar awal bulan juli saya diajak bekerja oleh teman saya yang bernama Holisa di Tisera. Tisera adalah sebuah toko buku seperti Gramedia. Walaupun namanya belum setenar Gramedia tentunya.

Holisa sudah lebih dulu bekerja disana sebagai kasir. Lalu saya pun ikut melamar kesana. Mungkin karena saat itu toko tersebut sedang memerlukan karyawan, saya pun langsung diterima dan langsung disuruh bekerja. Pekerjaan saya pun sama seperti Holisa, yaitu sebagai kasir.

Pertama kali saya bekerja saya tidak mengerti sama sekali dan merasa sangat canggung. Apalagi tanggung jawab sebagai kasir sangat besar karena berurusan langsung dengan uang keluar dan uang masuk. Dibutuhkan banyak ketelitian dan harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan atau pun keselisihan uang yang ada di kasir dengan uang yang masuk ke database.

Untungnya semakin hari saya semakin mengerti apa saja yang harus saya lakukan untuk menjadi kasir yang baik. Disana juga saya mendapatkan banyak teman yang sangat membantu saya dalam bekerja. Walaupun saya hanya bekerja sebagai kasir, saya bisa mendapatkan banyak pengalaman disana. Semoga pelajaran yang saya dapat bisa menjadi bekal untuk saya nantinya.

TULISAN 5 - BAHASA INDONESIA 2



Pada kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana saya bisa kuliah di Univsersitas Gunadarma. Awalnya tidak pernah terbayang saya akan kuliah disini. Dari dulu saya sangat ingin kuliah di Universitas Indonesia. Ya siapa juga yang tidak mau menempuh pendidikan disana. Univeritas negeri yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.



Pada saat kelas 3 SMA saya baru serius memikirkan jurusan apa yang akan saya pilih nanti saat kuliah. Entah kenapa saya memang sudah tertarik dengan jurusan Sistem Informasi, walaupun saya tidak tahu alasan pastinya kenapa saya tertarik pada jurusan itu.



Pada penghujung akhir kelas 3 banyak sekali seleksi masuk perguruan tinggi. Pada saat itu saya hanya berfokus pada UI saja. Saya pun mengikuti tes seleksi mandiri UI yaitu SIMAK UI. Saat itu saya memilih jurusan Sistem Informasi, Ilmu Gizi dan Ilmu Keperawatan untuk S1-nya dan 2 jurusan untuk jenjang D3 UI yaitu Vokasi dan satu lagi saya lupa apa namanya hehe. Lalu saya pun tes SIMAK UI dan pengumumannya di 1 bulan berikutnya. Hemm… ternyata S1-nya tidak ada yang lolos tetapi saya lolos di jurusan Vokasi untuk D3-nya.



Karena masih banyak tes-tes lain menuju UI yaitu UMB (Ujian Masuk Bersama) dan SNMPTN, saya pun tidak mengambil Vokasi UI D3-nya. Selain karena masih banyak tes-tes menuju UI untuk S1-nya, saya juga tidak ingin hanya mengambil D3, lalu juga saya tidak tahu apa itu Vokasi. Di sampan itu saya juga sudah mempunyai cadangan di Gundar ini mengambil Sistem Informasi untuk Universitas Swastanya.



Sampai saat tes UMB dan SNMPTN, memang nasibnya saya tidak diijinkan Allah untuk kuliah di UI. Awalnya saya kecewa pada diri saya sendiri karena mungkin saya tidak maksimal dalam belajar dan doa saya kepada Allah. Tapi pada akhirnya saya pun menerima semua itu. Saya berpikir positif saja, karena Universitas Negeri bukan lah satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Sampai akhirnya niat saya untuk mengikuti tes SNMPTN di tahun berikutnya pun kandas karena saya sudah malas belajar hehe dan juga sudah menikmati jalan yang dikasih oleh Allah. Semoga Gundar ini bisa menjadi alat penghubung saya untuk meraih kesuksesan saya nantinya.

TULISAN 4 - BAHASA INDONESIA 2



Pada kali ini saya akan bercerita tentang ekstrakurikuler saya saat SMA dulu. Namanya SUANSA, singkatan dari Suara Anak Satu. Bisa ditebak dari namanya kalo eskul saya adalah Paduan Suara. Awal pertama mencoba bergabung saat saya baru masuk, yaitu kelas 1 SMA. Pertamanya hanya iseng, coba-coba sampai akhirnya bertahan sampai saya lulus sekolah.



Banyak hal yang membuat saya “betah” di komunitas ini. Suasananya yang sudah seperti keluarga kedua buat saya, pelatih yang selalu memberikan motivasi, apalagi eskul saya ini termasuk eskul kesayangan di sekolah saya dan masih banyak hal lain lagi yang membuat saya terkesan.



Banyak yang bingung kenapa saya bisa bertahan di eskul ini karena rumah saya yang jauh di Bekasi dan sekolah saya yang di Jakarta. Apalagi eskul ini selalu mengadakan latihan di setiap hari sabtu. Saya pribadi enjoy saja menjalani itu semua. Oh iya di eskul ini saya dan angkatan saya adalah angkatan 11. Kita punya nama khusus untuk angkatan kita, yaitu SUKASEBEL itu adalah singkatan dari Suansa Angkatan Sebelas. Entah dari mana nama itu muncul yang jelas nama itu sangat berkesan buat kami. Apalagi angkatan saya adalah angkatan pelopor yang membuat nama panggilan untuk angkatannya sehingga angkatan lain dibawah saya jadi ikut-ikutan deh membuat nama seperti itu.



Saat saya kelas 2 SMA dimana pada saat itu waktunya untuk angkatan saya bergantian untuk mengurus Suansa dengan angkatan sebelumnya, bisa dibilang regenerasi. Pada waktu itu saya terpilih sebagai salah satu dari empat calon Ketua Umum Suansa. Walaupun pada akhirnya saya tidak terpilih menjadi ketum dan saya justru dipercayai menjadi Wakilnya saja, saya sangat senang dan bangga bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk Suansa.


Sekarang sudah hampir tiga tahun saya lulus dari SMA, saya sangat rindu dengan eskul saya itu. Banyak hal yang saya dapat dari sana, banyak hal positif yang kak Irwan(pelatih) berikan kepada kami sehingga saya pun tidak mudah untuk melupakan Suansa. Itu lah yang menyebabkan saya sangat rindu dengan sekolah saya dan tentunya Suansa :)